Saturday, October 15, 2016

I LIED.

Dan lagi-lagi bohong, saat dimana gue menjelaskan kronologis itu tentang lo. Bukan bener-bener bohong sih, i mean ya nggak begitu jujur gitulah. Terutama sama perasaan gue sendiri. Untuk kesekian kalinya, gue pengen banget jujur tapi kenapa ya gengsi gue gede banget -_-

Gue sebenernya berharap lebih ada kelanjutan dari kisah itu, tapi di satu sisi gue juga nggak mau bawa perasaan bangetlah menanggapinya. Karena kemungkinan besar gue makin bego tuh besar banget. Sekarang-sekarang ini gue sok sibuk aja dulu, supaya nggak kepikiran. Meski serada gagal setiap malem menjelang tidur, dan tangan gatel banget buat ngetik text... hmm... yaudalah.

Mungkin ini hanya sesaat.
Semoga ini hanya sementara.
Gue nggak mau sedih dan ngerasa gembel gini ngemis-ngemis perhatian.
Gue capek bohong terus.

Sunday, October 2, 2016

Ironic

Dan masih disini aku membodohi diri sendiri.
Berjanji tidak akan terbuai oleh rayuannya, namun tak sampai dua kali berpikir aku pun mengiyakan.

"Sudah bersumpah untuk memalingkan wajah, kenapa masih saja memberikan kesempatan, idiot?" Gumamku kesal dan tak bergeming sejenak di hari itu.

Baru saja sesaat lalu aku bertingkah tegar dan congkak setelah mendeklarasikan keapatisanku terhadapnya. Dan tak sampai sedetik bisikkan buayanya melilitku, aku pun tergoyah oleh kemungkinan semu. Sungguh ironi... ketika hati justru menerima untuk tersakiti.

Aku ingin rela. Aku ingin lepas. Aku ingin bebas.
Perasaan ini terlalu lama bergelut menguras tenagaku.
Untuk apa aku meluangkan segalanya jika aku saja tak bisa menerimanya secara penuh?