Saturday, September 17, 2016

I do care about them

Banyak yang bilang kalo gue ini cuek, jutek, tertutup, kurang friendly, dan sejenisnya. Tapi gue bersyukur bagi beberapa orang yang tau─ mereka cuma nganggep gue ini kaku atau takut dibilang sok atau kadang pemalu. Dan dalam beberapa kasus─ emang guenya aja yang mager dan lebih milih sendirian.

Mungkin karena gue yang terlalu pasif, bahkan ke temen-temen terdekat sekali pun. Gue tau kok nggak semua orang bisa mentoleransi karakter gue, tapi perlukah pertemanan itu harus saling 'bertemu' dan 'bersapa-kabar' setiap saat? Karena menurut gue nggak. Sangat tidak perlu.

Pertemanan atau persahabatan ideal menurut gue itu yang justru tidak terikat oleh 'status' tersebut. Gue nggak perlu tau kabar mereka meski sekian lama belum ketemu, yang penting gue selalu siap saat teman gue itu membutuhkan. Dan saat kita bertemu, dia masih akan memperlakukan gue dengan sama seperti sebelumnya, meski dia udah tau busuk-busuknya gue. (In fact i have one, fortunately)

Gue juga bukan tipe temen yang nuntut orang buat mencurahkan isi hatinya. Gue lebih ke tipe yang nunggu buat dia siap untuk cerita sendiri ke gue, karena gue nggak mau dia terpaksa atau tertuntut untuk cerita karena kita adalah 'teman'.

Dan ya alasan gue menjabarkan persepsi pertemanan ini bukan lain karena gue sedang mengalami masa sulit itu. Maksud gue, saat ini gue sadar ada beberapa temen gue yang lagi kesulitan mengatasi love-life mereka. Tapi gue nggak bisa berbuat apa-apa, karena sepasif itu gue. Gue nunggu mereka duluan yang cerita ke gue, tapi sampe sekarang mereka belom bisa menangkap karakter gue ini.

Gue takut mereka salah sangka─ bahwa gue nggak peduli sama penderitaan mereka. Padahal gue itu tau banyak hal loh, tapi gue pura-pura bego aja karena menghargai perasaan dan harga diri mereka. Memang guenya ajasih yang mungkin nggak terbuka duluan sama mereka, tapi secara perlahan akhir-akhir ini gue udah bisa ekspresif kok. Walaupun setengah-setengah wkwk :p

2 comments: