Friday, July 29, 2016

Dxmn, this is really painful.

That moment saat "manusia-sejenis-gue" dengan sangat tiba-tiba-- tanpa alasan yang jelas, dilanda kesedihan & penyesalan yang sangat mendalam di suatu malam akibat mengulik fakta-fakta gelap yang seharusnya nggak pernah gue-- atau siapapun cari tahu.

Dengan mata dan tangan ini, gue telah mengubah asumsi ambigu yang selama ini gue ragukan menjadi mimpi buruk dalam jangka waktu semalam. Kenapa? Kenapa harus di saat gue baru merasakan nikmatnya memiliki seseorang yang dapat gue perhatikan belakangan ini?

Bukan hanya sekedar kecewa, melainkan gelisah. Perasaan 'suka' nggak akan pernah hilang begitu saja hanya dalam hitungan hari, apalagi di saat gue belum mengenal orang itu secara personal. Entah apa yang dia lakukan ke gue sampe buat gue keheranan gini. Padahal baru aja kenal. Baru juga kontakan.

To the point gue sempet geer cuma gara-gara hal sepele, bahkan sampe senyum-senyum like an idiot. Damn, this is really painful. Baru tahap awal aja udah bikin pedih gini, untungnya gue sangat expert menjaga perasaan ini supaya nggak bocor ke lingkaran pertemanannya. Coba aja pikir, kalo sekitaran gue sampe pada tau kalo gue lagi dimabok ekspektasi, bisa tamat pride gue.

Oke, intinya sih saat ini gue sedang mempertimbangkan apa yang harus gue lakukan. Karena 'rules' ternyata sangat dibutuhkan di love-life gue kali ini, nggak bisa ngegantung terus kayak kisah-kisah memilukan sebelumnya.

11 Agustus. Pada tanggal itu gue akan membuat keputusan bulat tentang langkah selanjutnya. Karena tanggal itu menandakan 1 bulan-- awal dari segalanya.

Monday, July 18, 2016

RECONNECTION


Awalnya gue sangat anxious dengan rencana kami yang telah berlangsung sejak bulan Maret tahun 2016 ini. Beberapa panitia kurang responsive dan sibuk dengan dunianya masing-masing. Wajar sih sebenernya, tapi setelah bertemu dengan mereka secara langsung gue mulai merasa nyaman dan sangat bahagia tanpa rasa penyesalan sedikitpun atas semua yang telah gue lakukan.

Sebelum hari H, kami para panitia mengadakan pertemuan untuk menuntaskan semua yang harus dibahas dan disepakati. Selain terikat dengan status kepanitiaan, ternyata pertemanan mengalahkan segalanya. Tidak peduli seberapa sulit dan melelahkan ketika gue mengorbankan 'kuliah' gue untuk kelancaran acara ini, selama gue masih bisa bercanda dan mengenal mereka lebih dalam, gue rela.

Sejujurnya, agak banyak 'drama' selama kelangsungan acara di hari H, tapi gue berusaha untuk mengabaikan itu dan menyikapi segalanya dengan sabar. Karena perjuangan-perjuangan itu sesungguhnya sangat terbayar dengan orang-orang yang selama ini gue kira 'nggak bakal pernah ngajak gue ngobrol'.

Oh my gawd gitu ya, gue sangat berterimakasih dengan acara ini karena telah menghapus imej gue yang 'sulit didekati' menjadi 'rufi yang approachable'. LOL. Meski gue sibuk sendiri mondar-mandir ngambil ini-itu, nyari-nyari orang, bahkan kayak orang ilang yang jalan-jalan sendiri, gue sangat bersyukur telah dihargai usahanya.

Ya walaupun dokumentasi gue sedikit banget sih karena 'bete' yang melanda saat malam hari dan membuat gue 'menyepi' beberapa saat. Hehe maklum ya gue emang sesuatu banget kalau udah bete. Mending didiemin aja dulu.

Setelah acara usai, ada beberapa kendala yang harus panitia hadapi. Dan nggak sedikit dari kami-- para panitia inti, yang mengorbankan lagi asetnya demi acara ini. Gue sangat terharu dengan teman-teman gue ini, sekaligus sangat bangga atas usaha mereka untuk membantu.

Thanks a lot guys, gue pamit ya ke Depok untuk pulang! Selamat berlibur untuk kalian, jangan lupain gue yaa~ see ya next... year? :)