Friday, April 22, 2016

Money, Love & Friendship

Gue udah nggak tau lagi mesti gimana. Umur 20 ini gue lagi sedih-sedihnya melepas kepergian uang. Bukannya alesan, kadang emang mereka nggak sadar apa aja yang telah gue korbankan. Dan untuk apa gue cerita sedangkan mereka aja nggak ngerti gimana rasanya di posisi gue.

Dan sejujurnya gue nggak butuh dingertiin sih ya, asal mereka cukup tau aja gue jujur dan nggak menyelipkan kalimat-kalimat hiperbola dalam tiap keluhan gue. Pokoknya kalo masalah uang gue nggak mau nyeritain secara detail deh, sedih banget kalo dijabarin. Jadi gue serba salah banget.

Kemudian saat gue pikir-pikir lagi, masalah gue bukan cuma masalah uang, masih ada perasaan yang perlu dijaga dan diurus. Pernah ada beberapa orang nanya dan ngasih sentakkan, "lo maunya apasih ruf" OHOK. Gue pen muntah kalo udah ngomongin cinta, nggak pernah ada yang sesuai menurut gue. Semuanya terlalu berlebihan dan kekurangan. Jadi bukan rahasia lagi kalo gue emang bener-bener sedang tidak peduli dengan hal seperti ini.

Jadi guys, intinya... biarkan gue dan perasaan ini yang menyelesaikan segalanya. Toh gue belom umurnya kok buat serius-serius amat, nggak usah terlalu bingung sama setiap respon gue yang ambigu. Karena gue masih lebih menikmati masa pertemanan gue dengan lingkungan yang sekarang.

Mungkin beberapa orang mengira, gue terlalu biased kalo masalah temenan. Well, well... silahkan menilai sesuka hati kalian ya. Gue udah kebal digosipin dan dijudge. Thanks for your opinions btw.

No comments:

Post a Comment